DKPPKB Sulbar Catat Capaian Penimbangan Balita 67,78%, Perkuat Fondasi Pencegahan Stunting

Mamuju,penasulbar.com – Dalam rangka mendukung Visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera yang digagas oleh Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya pada kelompok ibu dan anak.

Sepanjang tahun 2025, Provinsi Sulawesi Barat mencatat rerata capaian penimbangan dan pengukuran balita sebesar 67,78 persen dari total sasaran balita. Capaian ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan pemantauan tumbuh kembang anak dilakukan secara berkelanjutan di seluruh wilayah kabupaten.

Berdasarkan data DKPPKB Sulbar, Kabupaten Pasangkayu menjadi daerah dengan capaian tertinggi sebesar 80,60 persen, sementara Kabupaten Mamuju Tengah mencatat capaian terendah sebesar 61,04 persen. Meski demikian, seluruh kabupaten menunjukkan tren positif dalam pelaksanaan layanan pemantauan kesehatan balita.

Dalam keterangannya, Rabu 28 Januari 2026, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyampaikan bahwa penimbangan dan pengukuran balita memiliki peran strategis sebagai langkah awal dalam deteksi dini risiko gangguan pertumbuhan anak, terutama untuk mencegah terjadinya stunting.

“Penimbangan dan pengukuran balita secara rutin menjadi fondasi penting dalam upaya pencegahan stunting. Data yang dihasilkan sangat menentukan arah kebijakan dan intervensi gizi yang tepat sasaran,” ujar dr. Nursyamsi.

Ia menambahkan, DKPPKB Sulbar juga terus mengintegrasikan kegiatan tersebut dengan Program PAsti PADU, sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem melalui intervensi gizi, edukasi keluarga, serta pemberdayaan masyarakat. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *