Disiapkan Jadi Ikon Tahunan, Ramadhan Fair Mamuju Tengah Bidik Lonjakan Ekonomi UMKM

Mateng,penasulbar.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) mematangkan persiapan pelaksanaan Pasar Takjil dan Ramadhan Fair 2026. Kegiatan ini ditargetkan tidak hanya meramaikan bulan suci, tetapi juga menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Koperindag Mamuju Tengah, Muh. Nasri Achir, selaku ketua panitia pelaksana, memastikan seluruh persiapan dirancang secara matang agar kegiatan berlangsung tertib, ramai, dan memberi keuntungan bagi pedagang maupun pengunjung.

Menurut Nasri, sejumlah aspek menjadi fokus utama panitia, mulai dari perencanaan konsep acara, penataan lokasi, hingga penyediaan sarana dan prasarana pendukung.

“Panitia juga menyiapkan strategi publikasi untuk menarik minat masyarakat, menghadirkan wahana permainan, membuka rekrutmen pelaku UMKM, serta menyusun rangkaian acara yang mampu meningkatkan daya tarik dan kunjungan,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rabu (18/2/2026).

Ia menegaskan, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi elemen kunci dalam Pasar Takjil dan Ramadhan Fair. UMKM bukan hanya penyedia aneka takjil, makanan berat, minuman segar, serta produk khas Ramadhan, tetapi juga magnet utama yang menggerakkan perputaran ekonomi daerah.

Selain mendorong peningkatan transaksi dan membuka lapangan kerja sementara selama Ramadhan, pelaku UMKM juga didorong menghadirkan inovasi produk. Mulai dari menu khas daerah, paket promo berbuka puasa, hingga pemanfaatan sistem pembayaran digital seperti QRIS.

“Ramadhan adalah momentum emas bagi UMKM untuk membangun branding usaha, menambah pelanggan tetap, serta memperluas jaringan bisnis,” tambahnya.

Lebih jauh, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah berharap Pasar Takjil dan Ramadhan Fair tidak sekadar menjadi pusat jual beli musiman, tetapi berkembang menjadi sentra kuliner terpadu dan kebanggaan daerah.

Ke depan, kegiatan ini ditargetkan menjadi ikon kuliner Ramadhan dan agenda tahunan resmi daerah yang mampu menarik pengunjung dari berbagai kecamatan hingga luar wilayah. Bahkan, tidak menutup kemungkinan berkembang menjadi sentra kuliner permanen dengan fasilitas kios tertata, area makan nyaman, serta lahan parkir memadai.

Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, kegiatan ini juga diharapkan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta membuka peluang kerja baru.

“Dengan perencanaan yang matang dan dukungan semua pihak, kami optimistis Pasar Takjil dan Ramadhan Fair menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus ruang kebersamaan masyarakat selama bulan suci Ramadhan,” tutup Nasri. (ADV).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *