Mamuju,penasulbar.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menegaskan komitmennya dalam memberikan edukasi kebencanaan secara berkelanjutan kepada sekolah-sekolah yang ada di wilayah Sulbar.
Upaya ini dilakukan sebagai langkah strategis dalam membangun budaya sadar bencana sejak usia dini serta meningkatkan kesiapsiagaan generasi muda menghadapi potensi ancaman bencana.
Edukasi kebencanaan harus menjadi bagian dari pembentukan karakter masyarakat yang tangguh, disiplin, dan siap menghadapi bencana kapan pun terjadi. Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka, yang menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia melalui pendidikan kebencanaan.
“Bapak Gubernur Suhardi Duka mengarahkan agar edukasi kebencanaan terus diperluas, khususnya di lingkungan pendidikan. Dengan pengetahuan yang baik, risiko dan dampak bencana dapat ditekan, serta keselamatan jiwa dapat lebih terjamin,” kata Yasir Fattah, Kalaksa BPBD Sulbar, Sabtu 10 Januari 2026.
Yasir Fattah menekankan, sekolah merupakan salah satu sasaran penting dalam program pengurangan risiko bencana.
“Edukasi kebencanaan di sekolah sangat penting agar anak-anak kita tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga mampu mempraktikkan langkah-langkah kesiapsiagaan dan evakuasi secara benar. Ini adalah investasi jangka panjang untuk keselamatan masyarakat Sulbar,” pungkasnya.
Melalui edukasi kebencanaan, siswa diharapkan mampu memahami potensi ancaman di lingkungannya, mengetahui langkah penyelamatan diri, serta berperan aktif dalam menyebarkan informasi kebencanaan kepada keluarga dan masyarakat sekitar. (Rls)






