Sekretaris DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Arianto A.P. foto:hms
Mamuju,penasulbar.com — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan Reses Ketiga Tahun 2025 yang digelar di seluruh daerah pemilihan (Dapil) pada awal November 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, sekaligus memastikan perumusan program prioritas pembangunan daerah dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
Sekretaris DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Arianto A.P, menjelaskan bahwa reses merupakan amanat Undang-Undang dan menjadi sarana strategis bagi anggota dewan untuk kembali menemui konstituennya.
“Reses adalah momentum penting bagi setiap anggota DPRD dalam mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat. Hasil reses ini menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan daerah pada tahun anggaran berikutnya,” ujar Arianto.
Ia menjelaskan, aspirasi yang disampaikan masyarakat umumnya mencakup peningkatan infrastruktur dasar, layanan kesehatan dan pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta percepatan layanan publik di tingkat kecamatan dan desa.
“Sekretariat DPRD memastikan seluruh rangkuman aspirasi dari setiap dapil akan diolah, didokumentasikan, dan disampaikan secara resmi kepada pimpinan DPRD serta pemerintah daerah. Harapannya, usulan-usulan prioritas dapat ditindaklanjuti dalam perencanaan pembangunan Sulawesi Barat sesuai visi misi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang saat ini dipimpin oleh Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga,” tambahnya.
Arianto menegaskan bahwa Sekretariat DPRD terus memberikan dukungan administratif dan fasilitasi penuh demi kelancaran pelaksanaan reses, mulai dari persiapan teknis, pendampingan di lapangan, hingga penyusunan laporan akhir.
Pelaksanaan Reses Ketiga Tahun 2025 ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat, sehingga hubungan representasi politik dan sosial dapat terjalin semakin baik serta akuntabel.
“Kami berharap melalui reses ini, pembangunan di Sulawesi Barat semakin berpihak kepada kebutuhan masyarakat, sehingga terwujud Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera, sekaligus memperkuat kepercayaan publik kepada lembaga DPRD,” tutup Arianto. (Hms)






