Bupati Mamasa, Welem Sambolangi bersama Wakil Bupati Mamasa, H Sudirman meneteskan air mata haru saat memberikan SK dan penghargaan kepada dua orang PPPK Paru waktu yang puluhan tahun mengabdi dan langsung memasuki usia purna bukti saat pelantikan dan penyerahan SK PPPK paru waktu se-Kabupaten Mamasa. Foto:duk.pena.
Mamasa,penasulbar.com – Setelah penantian panjang dan pengabdian bertahun-tahun, Pemerintah Kabupaten Mamasa akhirnya mengukuhkan 4.615 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
Namun, di balik euforia pengukuhan, terselip kisah haru: dua pegawai langsung memasuki masa pensiun tepat di hari bersejarah tersebut.
Prosesi penyerahan Surat Keputusan (SK) berlangsung khidmat di Lapangan Tribun Kondosapata, Kelurahan Mamasa, Senin, 29 Desember 2025. Ribuan aparatur tampak memadati lokasi dengan balutan seragam Korpri, sebagian tak kuasa menyembunyikan rasa bangga setelah akhirnya menyandang Nomor Induk Pegawai (NIP) sebagai pengakuan resmi negara.
Dari total 4.617 formasi PPPK Paruh Waktu yang ditetapkan, dua orang dinyatakan langsung memasuki masa purnabakti karena batas usia, yakni Nurdin dari PKM Mambi dan Nenni dari Sekretariat Daerah Kabupaten Mamasa. Pengukuhan ini sekaligus menjadi penutup perjalanan pengabdian mereka kepada daerah.
Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengukuhan tersebut merupakan bentuk legitimasi negara atas pengabdian para tenaga honorer yang kini berstatus ASN PPPK Paruh Waktu.
“Dengan NIP yang kini melekat, Saudara-saudara telah diakui secara resmi oleh negara. Ini bukan sekadar status, tetapi amanah. Kenakan atribut Korpri ini dengan rasa bangga dan tanggung jawab,” ujar Welem di hadapan ribuan peserta.
Namun di balik ucapan selamat, Bupati juga menyampaikan peringatan tegas. Ia menekankan pentingnya netralitas ASN dan melarang keras keterlibatan dalam politik praktis.
“ASN tidak boleh tercemar kepentingan politik. Jika ingin terjun ke dunia politik, maka wajib menanggalkan status ASN,” tegasnya.
Selain itu, Welem mengingatkan bahwa kinerja seluruh PPPK akan terus dievaluasi dan menjadi dasar pertimbangan perpanjangan kontrak ke depan. Ia menuntut pelayanan publik yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“ASN sejatinya adalah pelayan rakyat. Integritas dan kinerja Saudara akan selalu diuji. Kami berharap, pengukuhan ini menjadi awal peningkatan kualitas pelayanan di Kabupaten Mamasa,” pungkasnya. (Hmz-ns)






