Mamasa,penasulbar.co.id – Sebelum mengajar, guru harus mempersiapkan segala perangkat pembelajaran agar bisa mengajar dengan baik di kelas.
Namun faktanya, masih ada tenaga pendidik yang belum mampu membuat perangkat pembelajaran sehingga gaur saat tampil didepan siswa.
Untuk meningkatkan kompetensi guru dalam membuat perangkat pembelajaran maka SMK Negri I Tabulahan akan menggelar bimbingan teknis perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran serta penyusunan instrumen penilaian berbasis Higher Order Thingking Skill (HOT’S) secara daring.
Tak tangung-tanggung, pihak SMKN I Tabulahan menggandeng widyaswara Balai Besar Pengembangan Penjamin Mutu Pendidikan Vokasi-Bidang Mesin dan Tehnik Industri (BBPPMPV-BMTI) Bandung sebagi narasumber.
Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 5 sampai 8 Juli 2021 dengan narasumber bapak H. Ahmat Nurdin Dipl. I.E. M.Pd widyaswara BBPPMPV-BMTI Bandung dan Vemmisuarni, S.Pd.,MM. Kepsek SMKN I Tabulahan serta diikuti semua guru SMKN I Tabulahan dan tenaga pendidik dari luar SMK yang berminat.
Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN I Tabulahan, Vemmisuarni, S.Pd., MM mengungkapkan, tujuan Bimtek dilaksanakan adalah untuk meningkatkan kualitas guru khususnya dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran yang akan digunakan selama satu semester berjalan yakni semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022
“Kita ingin meningkatkan kompetensi guru dalam membuat perangkat pembelajaran. Berhasil tidaknya pencapaian kurikulum tergantung pada kemampuan guru dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran sesuai kurikukum pendidikan,” ungkap Vemmisuarni.
Ia menjelaskan, untuk meningkatkan kualitas pendidikan maka tenaga pendidik harus berkompeten dan profesional dalam menjalankan tugas.
“Agar autput dari lembaga pendidikan itu berkualitas maka gurunya dulu yang harus berkukitas. Olehnya itu, parah guru dituntut untuk terus belajar dalam mengembangkan kopetensinya,” pungkasnya.
Lanjut ia menambahkan, dimasa libur semester ini merupakan waktu yang tepat bagi tenaga pendidik untuk mempersiapkan semua perangkat pembelajaran yang akan digunakan dalam mengajar pada semester ganjil.
“Selesai semester, sekolah diliburkan dan kesempatan ini hendaknya dimanfaatkan guru untuk mempersiapkan perangkat pembelajaran agar dapat mengajar dengan baik dan tidak gaur di kelas,” pungkasnya.
Dia berharap, melalui kegiatan ini, guru bisa lebih profesional dalam mengajar dan pada akhirnya prestasi siswa akan meningkat karena pelajaran disajikan oleh guru yang benar-benar memiliki kemampuan dan kesiapan mengajar.
“Kita berharap, Bimtek ini bisa menambah luas wawasan guru dalam mempersiapkan perangkat pembelajaran disekolah. Kalau guru punya persiapan matang dalam mengajar maka siswa juga pasti lebih berprestasi. Hebat gurunya hebat siswa,” tutup Vemmisuarni. (ns-01)







