MAMASA DIKEPUNG ASAP! Sekolah Direkomendasikan Belajar Daring, Bupati Turun Bagikan Masker

Bupati Mamasa, Welem Sambolangi turun langsung membagikan masker kepada warga. Foto:hms.

Mamasa,penasulbar.com – Pemerintah Kabupaten Mamasa mengambil langkah antisipatif menyikapi penyebaran asap yang menyebabkan kualitas udara masuk kategori tidak sehat. Tim Reaksi Cepat (TRC) Kebencanaan Kabupaten Mamasa merekomendasikan sekolah-sekolah di seluruh tingkatan dalam lingkup Pemkab Mamasa untuk melaksanakan pembelajaran secara daring selama dua hari, yakni 16–17 Oktober 2026.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat koordinasi TRC Kebencanaan Kabupaten Mamasa yang dipimpin langsung oleh Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Mamasa, Kamis (15/10/2026).

Rapat yang turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Mamasa, H. Muhammad Syukur, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) terkait tersebut membahas langkah penanganan dan antisipasi dampak penyebaran asap terhadap kesehatan masyarakat.

Berdasarkan pantauan BMKG pada 15 Oktober 2026, kualitas udara di wilayah Mamasa dilaporkan berada dalam kategori tidak sehat. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah pencegahan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Salah satu keputusan utama rapat adalah merekomendasikan pelaksanaan pembelajaran daring bagi sekolah-sekolah di seluruh tingkatan selama dua hari. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi paparan asap terhadap peserta didik.

Pemerintah juga mengimbau para orang tua dan pihak terkait untuk memfasilitasi penyediaan masker bagi anak-anak. Selain itu, anak-anak diminta mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar.

Masyarakat Diimbau Gunakan Masker dan Hindari Pembakaran Lahan

Selain sektor pendidikan, TRC Kebencanaan Kabupaten Mamasa mengimbau seluruh masyarakat, terutama mereka yang melakukan aktivitas di luar ruangan, agar menggunakan masker guna mengurangi risiko gangguan kesehatan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Masyarakat juga diminta menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan dan hutan yang berpotensi memicu kebakaran lanjutan serta memperburuk kualitas udara.

Seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus menyosialisasikan pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah pembakaran lahan secara sengaja. Masyarakat juga didorong untuk melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengetahui adanya tindakan pembakaran lahan atau hutan yang disengaja.

Imbauan serupa ditujukan kepada aparatur sipil negara (ASN) dan para pejabat pemerintahan agar tetap menggunakan masker selama beraktivitas sekaligus menjadi teladan dalam mengajak masyarakat menerapkan langkah-langkah perlindungan kesehatan.

Bupati Mamasa Turun Langsung Bagikan Masker

Usai rapat koordinasi, Bupati Mamasa Welem Sambolangi, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Mamasa, Ny. Adel Welem, jajaran Forkopimda, serta OPD terkait, turun langsung membagikan masker kepada masyarakat.

Kegiatan pembagian masker tersebut dilaksanakan di sekitar Lapangan Kondosapata dan Taman Kota Mamasa sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi kualitas udara yang tidak sehat.

Melalui langkah-langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Mamasa berharap masyarakat semakin waspada terhadap dampak paparan asap, menjaga kesehatan diri dan keluarga, serta bersama-sama mencegah aktivitas yang dapat memperburuk kondisi lingkungan.

Pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan mendukung upaya pencegahan kebakaran lahan dan hutan demi menjaga kualitas udara serta kesehatan masyarakat Mamasa. (Ns-hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *