Mateng,penasulbar.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat bersama Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat, resmi meluncurkan program inovatif Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) yang berpusat di Daycare Al-Fatih, Dusun Tallu Ngallo, Desa Tobadak, Rabu (14/10/2026).
Peresmian tersebut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat, Wahida Paheng, Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju Tengah, Litha Febriani, Kepala Dinas BKKBN Mamuju Tengah, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Bunda PAUD Kabupaten Mamuju Tengah.
Sekda Mamuju Tengah, Litha Febriani, menyambut baik kehadiran program Tamasya. Menurutnya, program ini diharapkan menjadi wadah pembinaan bagi para pengasuh agar memiliki standar kompetensi yang memadai dalam memberikan pengasuhan kepada anak usia dini.
“Dengan adanya standardisasi pola asuh yang ketat dan profesional, hak-hak anak, terutama terkait keselamatan dan kenyamanan selama berada di tempat penitipan, dapat terlindungi dengan baik,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah optimistis bahwa investasi dalam peningkatan kualitas pengasuhan anak usia dini merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan generasi masa depan yang cerdas, berkarakter, dan berkualitas.
Menurut Litha, pengasuhan yang berkualitas tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar anak, tetapi juga harus memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan, serta kedekatan emosional antara anak dan pengasuh.
Sebagai bentuk komitmen terhadap perlindungan dan pemenuhan kebutuhan anak, Daycare Al-Fatih menerapkan ketentuan rasio pendampingan antara pengasuh dan anak yang disesuaikan dengan kelompok usia.
Untuk anak kategori bayi hingga usia dua tahun, diterapkan rasio satu pengasuh untuk satu anak. Pola ini bertujuan memastikan kebutuhan dasar anak dapat terpenuhi secara optimal melalui pendampingan yang intensif.
Sementara itu, bagi anak usia dua hingga lima tahun, satu pengasuh mendampingi maksimal dua anak. Ketentuan tersebut diharapkan dapat mendukung pemantauan aktivitas bermain dan belajar edukatif agar berlangsung secara aman, teratur, dan kondusif.
Melalui peluncuran program Tamasya ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas layanan pengasuhan anak usia dini.
Kehadiran program ini juga menjadi langkah nyata dalam mendorong terciptanya lingkungan pengasuhan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak, sekaligus mempersiapkan generasi penerus yang unggul di Kabupaten Mamuju Tengah. (NSP)






