Kondisi jalan poros Burana-Pangadaran yang tertutup longsor. Foto : Almerta
Mamasa,penasulbar.com — Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Pangandaran dan Desa Burana, Kabupaten Mamasa, menyebabkan longsor di sejumlah titik dan menutup badan jalan poros Pangandaran–Burana.
Warga Pangandaran, Almerta, mengungkapkan bahwa sedikitnya terdapat lima titik longsor di sepanjang ruas jalan tersebut. Kondisi ini menghambat aktivitas masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Akibat longsor, warga terpaksa berjibaku melewati jalur yang tertutup material tanah. Bahkan, beberapa warga harus mengangkat sepeda motor mereka agar dapat melintasi area longsoran.
“Kami baru saja berhasil lolos setelah berjuang melewati beberapa titik longsor. Kami harus mempertaruhkan nyawa karena hendak menuju Makassar untuk berobat,” ujar Almerta.
Warga berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Mamasa untuk segera membersihkan material longsor dan memperbaiki akses jalan yang terdampak.
Mereka juga mengeluhkan kondisi jalan poros Burana–Pangandaran yang disebut belum tersentuh pembangunan selama lebih dari 20 tahun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Mamasa.
“Kami memohon perhatian dari Pemkab Mamasa. Kami juga bagian dari Kabupaten Mamasa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tambahnya. (Nisan)






