Air Mata di Usia Tiga Tahun: Perjuangan Josi Melawan TBC Berakhir di Pelukan Sang Ilahi

Proses pemulangan jenaza balita Jodi ke kampung halaman. Foto:duk.pena

Mamasa,penasulbar.com — Kabar duka menyelimuti kisah perjuangan seorang balita asal Dusun Pepatian, Desa Tampak Kurra, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa. Josi, anak berusia 3 tahun yang selama ini berjuang melawan penyakit tuberkulosis (TBC), akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan.

Josi menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 09.55 WITA di RSUD Andi Depu Polewali, tempat ia sempat dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis. Kepergian Josi menjadi akhir dari perjuangan panjang yang telah ia jalani sejak hampir dua tahun terakhir.

Sejak didiagnosis TBC, kondisi Josi terus melemah. Di usia yang seharusnya diisi dengan tawa dan permainan, ia justru lebih banyak menghabiskan waktu terbaring lemah. Tubuh kecilnya kaku dan tak berdaya, sementara kedua orang tuanya, Krisda Rahayu (Ayu) dan Fikal Agung (Pitam), setia mendampingi dengan penuh harap di tengah keterbatasan.

Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan, termasuk membawa Josi berobat ke Mamuju. Namun keterbatasan biaya dan fasilitas menjadi tantangan besar yang harus dihadapi keluarga. Meski demikian, harapan tak pernah benar-benar padam hingga akhir hayatnya.

Kisah Josi sebelumnya sempat mengetuk hati banyak orang. Bantuan dan doa mengalir dari berbagai pihak yang tergerak melihat perjuangan seorang anak kecil melawan penyakit berat.

Kini, harapan itu telah berganti menjadi duka mendalam. Kepergian Josi bukan hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian terhadap sesama, terutama bagi mereka yang tengah berjuang dalam keterbatasan.

Selamat jalan, Josi. Deritamu telah usai.

(Ns-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *