Tekan Stunting, Lurah Lakahang Gandeng Petugas Kesehatan Lancarkan Kegiatan Posyandu

Suasana kegiatan Posyandu di Kantor Lurah Lakahang.

Mamasa,penasulbar.com – Angka stunting di Kabupaten Mamasa masih tergolong tinggi. Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah setempat untuk menekan prevalensi stunting, salah satunya melalui pengaktifan kembali kegiatan posyandu di tingkat kelurahan.

Lurah Lakahang, Epson Tatu, bekerja sama dengan petugas kesehatan dari Puskesmas Tabulahan mengintensifkan kegiatan posyandu di wilayahnya. Kegiatan tersebut digelar pada Senin, 2 Maret 2026.

Epson Tatu mengatakan, di Kelurahan Lakahang telah disiapkan tiga posyandu yang tersebar sesuai wilayah masing-masing lingkungan agar mudah dijangkau masyarakat.

“Kami menyiapkan tiga posyandu agar seluruh warga bisa mengakses layanan dengan mudah. Kami mengimbau seluruh masyarakat Kelurahan Lakahang, khususnya ibu hamil dan yang memiliki anak usia 0-5 tahun, agar aktif datang ke posyandu,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Puskesmas Tabulahan, Bidan Amelti, menjelaskan bahwa setiap awal bulan pihaknya turun langsung ke desa dan kelurahan bersama kader posyandu untuk melakukan pengukuran dan penimbangan anak serta memantau kondisi ibu hamil.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah dan menekan angka stunting. Kami rutin memantau tumbuh kembang anak serta kesehatan ibu hamil,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa hadirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus diikuti dengan keaktifan petugas di lapangan dalam memeriksa setiap anak dan ibu hamil yang menjadi penerima manfaat.

Menurutnya, pemantauan tersebut penting untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dan manfaat program MBG terhadap pemenuhan gizi anak serta dalam upaya penurunan dan pencegahan stunting.
“Sekaligus kami memastikan makanan yang diberikan benar-benar dikonsumsi oleh anak. Karena setiap porsi MBG sudah diukur kandungan gizinya,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat di posyandu agar makanan bergizi yang diberikan benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

Ia berharap, pihak pengelola program MBG dan petugas kesehatan dapat terus bersinergi sehingga program tersebut benar-benar efektif dalam menekan tingginya prevalensi stunting di Kabupaten Mamasa. (Ns-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *