Foto ilustrasi
Mamasa,penasulbar.com – Angka prevalensi stunting di Kabupaten Mamasa masih tergolong tinggi. Berdasarkan data per 31 Desember 2025, jumlah anak stunting tercatat sebanyak 2.165 anak atau 31,01 persen.
Angka tersebut melampaui ambang batas yang ditetapkan World Health Organization (WHO), yakni sebesar 20 persen. Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait efektivitas program penanganan stunting yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Mamasa.
Meski setiap tahun Pemkab Mamasa mengalokasikan anggaran yang tidak sedikit untuk penanganan stunting, baik melalui APBD maupun dukungan Dana Desa, angka prevalensi dinilai masih belum menunjukkan penurunan signifikan.
Ketua Gerakan Generasi Muda Pitu Ulunna Salu (GEMA P.U.S) Makassar, Putri Nurwita, menilai pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh program penanganan stunting.
“Pemkab Mamasa perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua program penanganan stunting. Kita semua ketahui bahwa penanganan stunting menjadi prioritas, sehingga penggunaan anggarannya harus transparan ke publik,” ujar Putri.
Ia juga meminta adanya keterbukaan informasi terkait alokasi dan realisasi anggaran penanganan stunting, terlebih di tengah kebijakan refocusing anggaran.
Berikut data prevalensi stunting berdasarkan laporan dari 18 puskesmas di Kabupaten Mamasa:
-Puskesmas Sumarorong: 110 anak (26,25%)
-Puskesmas Messawa: 49 anak (16,33%)
-Puskesmas Pana: 164 anak (35,95%)
-Puskesmas Nosu: 78 anak (30,95%)
-Puskesmas Tabang: 71 anak (24,48%)
-Puskesmas Mamasa: 333 anak (35,58%)
-Puskesmas Malabo: 42 anak (10,58%)
-Puskesmas Balla: 59 anak (26,22%)
-Puskesmas Sesenapadang: 107 anak (36,9%)
-Puskesmas Tawalian: 110 anak (27,03%)
-Puskesmas Mambi: 191 anak (37,3%)
-Puskesmas Bambang: 153 anak (26,89%)
-Puskesmas Rantebulahan Timur: 67 anak (29,13%)
-Puskesmas Mehalaan: 61 anak (29,61%)
-Puskesmas Aralle: 160 anak (37,38%)
-Puskesmas Buntu Malangka: 165 anak (46,09%)
-Puskesmas Salutambun: 67 anak (41,36%)
-Puskesmas Tabulahan: 178 anak (32,72%)
Total keseluruhan kasus stunting di Kabupaten Mamasa berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat mencapai 2.165 anak atau 31,01 persen.
Data ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, mengingat stunting berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak dan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
(Nisan Parrokak)






