Plt. Kepala Bidang Perbendaharaan BPKD Mamasa, Catherine Dessaratu. Foto:duk.pena.
Mamasa,penasulbar.com – Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Mamasa angkat bicara terkait pembayaran dana Non Kapitasi Puskesmas dan Rumah Sakit, khususnya dana yang diperuntukkan bagi operasional Puskesmas dan Rumah Sakit.
Plt. Kepala Bidang Perbendaharaan BPKD Mamasa, Catherine Dessaratu, menjelaskan bahwa dana Non Kapitasi untuk bulan Oktober–November 2025 memiliki dua peruntukan, yakni 60 persen untuk jasa medik dan 40 persen untuk operasional.
Dana Non Kapitasi di transfer masuk melalui rekening kas umum daerah . Ketika Permintaan pembayaran terkait Belanja Non Kapitasi Dinas Kesehatan hendak diajukan ternyata dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran hanya 1 (satu) rekening yang tersedia , yaitu rekening khusus jasa medik. Akibatnya, pada saat pencairan hanya 60 persen dana jasa medik yang dapat dicairkan, sementara 40 persen dana operasional belum bisa dicairkan.
“Dananya tetap ada, hanya saja proses pencairan dana operasional menunggu pergeseran anggaran yang direncanakan pada bulan Februari ini,” jelas Catherine saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (10/2/2025).
Ia menambahkan, seharusnya dana Non Kapitasi masuk ke dua rekening berbeda dalam penganggarannya, yakni rekening khusus jasa medik dan rekening khusus operasional.
“Dana Non Kapitasi untuk operasional sebesar 40 persen sudah tersedia. Kami sampaikan kepada seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit bahwa dananya ada, tinggal menunggu proses pergeseran dalam bulan ini agar bisa dicairkan,” ujar Catherine.
Terkait tunggakan dana Non Kapitasi tahun 2024, Catherine menegaskan bahwa hal tersebut tetap dicatat sebagai utang daerah dan akan dibayarkan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.
“Kami baru masuk pada Agustus 2025 dan saat ini sedang melakukan pembenahan untuk menyelesaikan sejumlah utang daerah, termasuk dana Non Kapitasi tahun 2024. Pembayaran akan dilakukan dengan tetap mengacu pada kemampuan keuangan daerah,” katanya.
Sebelumnya, sejumlah tenaga medis dari berbagai Puskesmas dan Rumah Sakit di Kabupaten Mamasa menyampaikan keluhan terkait belum cairnya dana Non Kapitasi tahun 2024 dan 2025.
Para tenaga kesehatan khawatir keterlambatan pencairan dana tersebut dapat berdampak pada pelayanan kesehatan, seperti keterbatasan ketersediaan obat-obatan, operasional ambulance, serta layanan kesehatan lainnya. (Ns-01)






