Kondisi jembatan gantung Kalukku sebelum dan sesudah di kunjungi Bupati Mamasa. Foto: duk. Pena.
Mamasa,penasulbar.com – Hampir setahun setelah ditinjau langsung oleh Bupati Mamasa, jembatan gantung Kalukku di Desa Burana, Kecamatan Tabulahan, hingga kini masih dibiarkan dalam kondisi membahayakan.
Padahal, jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses vital bagi ribuan warga Desa Burana, Desa Pangandaran, dan Desa Lakahang, sekaligus jalur alternatif menuju Desa Baruru.
Pantauan penasulbar.com, Jumat, 2 Januari 2026, menunjukkan jembatan dengan bentangan sekitar 30 meter dan ketinggian kurang lebih 20 meter dari dasar sungai itu belum dilengkapi dinding pengaman.
Perbaikan yang dilakukan pun hanya bersifat seadanya, sehingga warga harus mempertaruhkan nyawa setiap kali melintas.
Fakta di lapangan mencatat, sejumlah warga pernah terjatuh ke dasar sungai akibat kondisi jembatan yang rusak dan minim pengamanan. Namun hingga kini, belum ada rehabilitasi menyeluruh dari pemerintah daerah.
Ironisnya, pada 27 Maret 2025, Bupati Mamasa Welem Sambolangi telah meninjau langsung jembatan gantung Kalukku. Di hadapan awak media, ia menyatakan keprihatinan dan berjanji akan segera melakukan rehabilitasi demi keselamatan masyarakat.
Janji tersebut kini dipertanyakan. Hampir satu tahun berlalu, kondisi jembatan tak banyak berubah dan tetap digunakan warga karena tidak tersedia akses alternatif lain.
Minimnya tindak lanjut ini memunculkan pertanyaan tentang komitmen dan prioritas pemerintah daerah terhadap keselamatan warga. Jembatan gantung Kalukku bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan masyarakat setempat.
Bupati Mamasa Tinjau Jembatan Gantung Kalukku, 27 Maret 2025
Kunjungan Bupati Mamasa Welem Sambolangi pada 27 Maret 2025 sempat membawa secercah harapan bagi masyarakat Desa Pangandaran dan Desa Burana terkait perbaikan jembatan gantung Kalukku.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi sejumlah pejabat Kabupaten Mamasa, di antaranya Kepala Dinas PUPR Mamasa, perwakilan DPRD Mamasa, Camat Tabulahan, serta pejabat daerah lainnya.
Jurnalis penasulbar.com yang turut hadir saat itu mewawancarai langsung Bupati Mamasa. Welem Sambolangi meninjau langsung kondisi jembatan dan menyampaikan keprihatinannya, sekaligus berjanji akan merehabilitasi jembatan gantung Kalukku demi keselamatan warga.
Saat ditanya awak media mengenai waktu pelaksanaan rehabilitasi, Bupati menyatakan pekerjaan akan dilakukan secepatnya, dengan teknis pelaksanaan diserahkan kepada Dinas PUPR Mamasa.
“Kita akan lakukan rehabilitasi dan teknisnya diserahkan kepada PUPR. Saya pesan, sebelum jembatan ini direhabilitasi, masyarakat agar berhati-hati saat melintasi, apalagi di musim hujan,” ujar Welem Sambolangi, sebagaimana terekam dalam video wawancara saat itu.
Namun hingga kini, tahun anggaran 2025 telah berlalu dan rehabilitasi jembatan gantung Kalukku tak kunjung terealisasi. Masyarakat pun mempertanyakan komitmen dan kepedulian yang telah disampaikan oleh orang nomor satu di Bumi Kondosapata’ tersebut. (Nisan Parrokak)







