Tak Terima Tanda Tangannya Dimanipulasi, Warga Sampaga Minta Pemprov Sulbar Hentikan Aktivitas Tambang pasir di Sampaga

Ketua BPD Sampaga sedang menyampaikan aspirasi di depan perwakilan Pemprov Sulbar. Foto:duk.pena.

MAMUJU,PS – Ketua BPD Desa Sampaga Haeruddin bersama warga Sampaga menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Sulbar pada Rabu (4/9/2024).

Mereka meminta Pemprov Sulbar mengehentikan aktivitas tambang pasir yang beroperasi di sungai Sampaga karena proses perizinannya diduga kuat melakukan manipulasi tanda-tangan warga Sampaga.

“Saya berbicara disini sebagai masyarakat dan saya katakan bahwa pihak perusahaan telah memanipulasi tandatangan persetujuan warga terkait masuknya tambang di Sampaga,” ucap Haeruddin saat bertemu perwakilan Pemprov Sulbar.

Haeruddin dengan lantang mengatakan 90 persen masyarakat Sampaga tidak menerima masuknya tambang diwilayah sungai Sampaga.

“Saya minta diperlihatkan tandatangan warga Sampaga yang telah menyetujui masuknya tambang di Sampaga. Saya pastikan ada tandatangan masyarakat yang tidak sesuai atau dimanipulasi demi memuluskan perizinan tambang di Sampaga. Saya tau karena saya ketua BPD Desa Sampaga, ” tegas Haeruddin.

Ia berkali-kali meminta pihak PTSP Sulbar untuk mencabut izin perusahaan tambang yang beroperasi di Sampaga karena sudah meresahkan masyarakat.

(NS-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *