Masayarakat Balla sedang konsolidasi dalam melawan segala bentuk praktek politik uang pada Pilkada serentak 2024 yang dipelopori Pemuda. Foto: duk. Pena.
MAMASA,PS – Sekelompok pemuda Kecamatan Balla Kabupaten Mamasa menggagas komunitas anti politik uang (money politik) menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024.
Komunitas ini diberi nama ‘Forum Masyarakat Kecamatan Balla Tolak Suap Dalam Bentuk Uang dan Barang’.
Mereka prihatin dengan praktek politik uang yang sudah merusak demokrasi dan peradaban masyarakat bumi Kondo Sapata’ Uai Sapalelean Kabupaten Mamasa.
Koordinator sekaligus salah satu pelopor berdirinya Forum Masyarakat Kecamatan Balla Tolak Suap Dalam Bentuk Uang dan Barang, Raynaldus mengatakan, penyebab ketertinggalan Kabupaten Mamasa adalah praktek money politik dalam setiap pesta demokrasi baik itu Pemilihan Legislatif (Pileg) maupun Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Reynaldus menyampaikan, politik uang tidak boleh dibiarkan merusak tatanan demokrasi di Kabupaten Mamasa. Untuk itu, kata dia, masyarakat harus diberi pemahaman agar mereka tidak terjebak dengan politik uang dalam menentukan pilihannya.
“Kami pemuda Balla sangat prihatin melihat kondisi daerah kita yang sudah puluhan tahun hidup dalam ketertinggalan, ini terjadi karena kita memilih pemimpin baik DPRD maupun Kepala Daerah bukan karena gagasannya melainnya terpengaruh dengan politik uang,” ucap Reynaldus saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya, Rabu (4/9/2024)

Lanjut disampaikan, komunitas anti politik uang di Balla mulai digagas bertepatan momentum Hut RI ke 79 pada 17 Agustus kemarin dengan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat.
“Kita lakukan konsolidasi pada tanggal 17 Agustus kemarin. Kami coba tawarkan ide kepada para tokoh masyarakat dan Puji Tuhan mereka bisa terima. Saat itu, kita sepakat akan berkeliling sosialisi ke sebanyak delapan desa se-Kecamatan Balla,” ungkapnya.
Ia menambahkan, usai melakukan kunjungan ke semua desa di Kecamatan Balla maka pihaknya akan deklarasi secara bersama seluruh masyarakat Kecamatan Balla untuk menolak suap dalam bentuk uang dan barang pada Pilkada Mamasa tahun 2024.
Ia juga mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Mamasa untuk bangkit bersama melawan praktek politik uang pada Pilkada Mamasa yang akan dihelat bulan November nanti.
“Kami mengajak semua masyarakat, mari kita bangkit dan bersatu selamatkan demokrasi dari segala bentuk politik uang. Kalau mau daerah kita terbangun maka mari memilih pemimpin dengan hati nurani bukan dengan pengaruh money politik,” ajak Reynaldus. (Ns-01)






